Menyalurkan minat siswa dalam bidang seni melalui Pentas Seni

Pentas Seni di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan rutin diadakan tiap tahun guna menyalurkan bakat siswa dalam bidang seni.

Tampilan Kelas

Sisawa Kelas 3 bergantian tampil satu persatu.

Lomba Pencak Silat Tingkat POPWIL

RIZKA RAHMAWATI Juara 1 POPWIL (Jateng, DIY, Bali, Kalsel, Kalteng, Kaltara, Banten).

Wednesday, 11 January 2017

Persatuan dan Kerukunan Umat Beragama

Persatuan dan Kerukunan Umat Beragama
Oleh: Achmad Nurur Huda, S.Pd.I


A.   Pengertian Persatuan
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi persatuan. Namun persatuan yang diinginkan oleh Islam adalah persatuan yang didasarkan pada ikatan dan semangat nilai-nilai dasar keIslaman bukan pada ikatan fanatisme golongan, madzab dan sejenisnya. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Ali Imran: 103.

103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Dengan demikian, maka jelaslah bahwa Islam sangat mengehendaki persatuan umatnya, bukan perpecahan, seperti yang terjadi dewasa ini.

B.   Kerukunan Umat Beragama
1.   Ta’rif
Kerukunan dari sudut pandang etimologis berasal dari  bahasa arab yakni “RUKAUM” yang berarti asas atau dasar, yang dalam bentuk tunggal berarti tiang dan dalam bentuk jamak “ARKHAN” artinya tiang-tiang.
 Kerukunan adalah sikap saling mengakui, menghargai, toleransi yang tinggi antar umat beragama dalam masyarakat multikultural sehingga umat beragama dapat  hidup rukun, damai  & berdampingan.
Rukun dalam arti adjektiva adalah baik atau damai.
Dengan demikian, maka yang dimaksud dengan kerukunan umat Bergama adalah sikap saling menghargai dan toleransi dengan dengan pemeluk agama yang berbeda

2.   Kerukunan Intern Umat Beragama
Dalam pandangan Islam, sesama muslim adalah bersaudara sebagaimana firman Allah SWT:
  
10. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(Q.S Al Hujurat: 10)
Karena sesama muslim adalah bersaudara, maka tidak boleh saling menyakiti dan menganiaya, sebagai sabda Rasulullah SAW:
اَلْمُسْلِمُ اَخُواْلمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ
“Muslim yang satu adalah bersaudara dengan muslim yang lain. Oleh karena itu tidak boleh menganiaya dan membiarkannya”  (HR. Bukhari-Muslim)
Di samping itu Rasulullah menegaskan bahwa muslim yang satu dengan muslim yang lainnya itu bagaikan satu bangunan, bahkan satu tubuh, yang apabila satua bagian sakit maka bagian yang lain juga akan merasa sakit.
اِنَّ الْمُؤْ مِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ اَصَابِعَهُ
“Sesungguhnya hubungan seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu bagaikan konstruksi bangungan yang saling menguatkan antara yang satu dengan lainnya, Lantas Rasulullah menjalin jari jemarinya (untuk menunjukkan simbol persatuan orang mukmin)” (HR. Bukhari)
مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ اِذَا اشْتَكِي مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَي لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ باِ لسَّهَرِ وَالْحُمِّيْ
“Perumpaan orang-orang yang beriman dalam cinta mencintai, sayang menyayangi dan kasih mengasihi  adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit  anggota-anggota yang lain ikut merasakannya, yakni tidak bisa tidur dan merasa demam” (HR. Bukhari-Muslim).
Selain itu untuk mewujudkan persatuan dan kerukunan sesama umat Islam, maka Allah SWT memberikan panduan sebagai berikut:
  
29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al Fath: 29).

[1406] Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan sifat seorang mukmin yaitu:
a.     Tegas terhadap kekufuran
b.    Saling berkasih sayang sesama umat Islam
c.     Rukuk dan Sujud mencari karunia Allah

3.   Kerukunan Antar Umat Beragama
Dalam persoalan kerukunan umat beragama, yang dirukunkan bukanlah ajaran agamanya, akan tetapi yang dirukunkan adalah antar pemeluk agamanya. Yakni menghargai dan mengembangkan toleransi terhadap pemeluk agama lain dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya tersebut. Hal ini sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam Q.S Al Kafirun: 1-6 sebagai berikut:
   
1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

    Dengan demikian maka prinsip yang pegang dalam membangun kerukunan umat beragama adalah:
1.   Tidak mencampuradukan keyakinan dan ajaran agama (Q.S Al Kafirun: 1-6)
2.   Toleransi hanya berlaku pada persoalan muamalah duniawiyah, tidak dalam masalah Aqidah dan Ibadah (Q.S Al Kafirun: 1-6).
3.   Islam tidak memaksa orang di luar Islam untuk memeluknya (Q.S Al Baqarah: 256).
4.   Boleh bekerjasama dengan pemeluk agama lain dalam persoalan duniawi, seperti piagam Madinah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

4.   Kerukunan Umat Bergama dengan Pemerintah
Islam adalah agama yang sempurna, yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia, termasuk di dalamnya adalah menyangkut hubungan dengan penguasa atau pemerintah, yang dalam terminologi Islam dikenal dengan Ulil Amri. Yakni para pemimpin pemerintahan maupun keagamaan.
Dalam hubungannya Islam dengan Negara, Islam mengajarkan prinsip:
1.   Taat kepada Pemimpin dalam hak kebaikan (Q.S An Nisa: 59).

59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

2.   Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan.
3.   Pemerintah menjamin keadilan dan keamanan pelaksanaan Ibadah warganya.
4.   Memberikan nasihat kepada pemimpin jika pemimpin tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

5.   Menjaga keutuhan dan persatuan bangsa dan negara dari rongrongan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam rangka menghancurkan kesatuan Negara Republik Indonesia

Friday, 18 November 2016

Paham Agama (Islam) Menurut Muhammadiyah

Paham Agama Menurut Muhammadiyah
Oleh: Achmad Nurur Huda, S.Pd.I

Dalam pandangan Muhammadiyah Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi ummat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup materiel dan spirituil, duniawi dan ukhrawi. Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan meliputi bidang-bidang aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah duniawiyah.
Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata kepada Allah SWT, Agama semua Nabi-nabi, Agama yang sesuai dengan fitrah manusia, Agama yang menjadi petunjuk bagi manusia. Agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama, Agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam, Islam satu-satunya agama yang diridloi Allah, agama yang sempurna.
Dalam kitab masalah lima dijelaskan bahwa, Agama Islam, yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai Nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan allah yan tercantum dalam Al- Quran dan Sunnah Nabi yang shahih (maqbul) berupa perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akherat
Berdasarkan definisi agama Islam di atas, maka dapat dijabarkan sebagai berikut:
Dasar Agama Islam:
1.   Al Qur’an: Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.
2.   Sunnah Rasul: Penjelasan dan pelaksanaan ajaran Al Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan Akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
3.   Sedangkan untuk mencari cara dan dalam melaksanakan ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasul dalam mengatur dunia gunaka memakmurkannya, Muhammadiyah berkeyakinan bahwa pintu ijtihad senantiasa terbuka.

Ajaran Islam:
Muhammadiyah berpandangan bahwa ajaran Islam merupakan “kesatuan ajaran” yang tidak boleh dipisah-pisahkan yang meliputi:
1.   Akidah: Ajaran yang berhubungan dengan keyakinan.
2.   Akhlak: Ajaran yang berhubungan dengan pembentukan mental.
3.   Ibadah: hubungan yang berhubungan dengan peraturan dan tata cara hubungan manusia dengan Tuhan.
4.   Muamalah duniawiyah: ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat.

Inti Ajaran Islam:
Dalam pandangan Muhammadiyah inti ajaran Islam adalah Tauhid. Hal ini memberikan pengertian bahwa hidup manusia di dunia ini semata-mata hanyalah untuk beribadah kepada Allah SWT untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Ajaran Tauhid adalah ajaran Islam yang tetap, tidak berubah-ubah sejak agama Islam yang pertama sampai yang terakhir.
Kepercayaan Tauhid mempunyai tiga aspek:
1.   Kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allahlah yang kuasa mencipta, memelihara, menguasai dan menguasai alam semesta.
2.   Kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allahlah Tuhan yang haq.
3.   Kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allahlah yang berhak dan wajib dihambai (disembah)
Kepercayaan tauhid tersebut membentuk dua kesadaran:
1.   Percaya akan adanya hari akhir dimana manusia akan mempertanggungjawabkan hidupnya di dunia ini.
2.   Sadar dalam hidup manusia di dunia ini semata-mata untuk amal saleh.
Dengan melaksanakan dasar tersebut dalam hidup dan kehidupannya , manusia akan menjadikan seluruh hidup dan kehidupannya semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, guna mendapatkan keridhoannya.


Rujukan:
1.    Pedoman hidup Islami Warga Muhammadiyah.
2.    Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

3.    Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah.

Wednesday, 9 November 2016

Menumbuhkan Kembali Ghirah Berislam

Menumbuhkan Kembali Ghirah BerIslam
Oleh: Achmad Nurur Huda, S.Pd.I


110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S Ali Imran: 110)

Islam adalah agama samawi yang memiliki fungsi sebagai rahmatan lil alamiin sebagaimana ditegaskan oleh Al Qur’an dalam surat Ibrahim: 107, dan umat Islam adalah umat terbaik yang dibangkitkan oleh Allah di atas pentas dunia ini sebagaimana tersebutkan dalam firman Allah di atas. Namun demikian, sebutan ummat terbaik itu bukanlah sesuatu yang gifted tanpa usaha, akan tetapi lebih pada suatu motivasi ilahiyah kepada umat Islam agar berupaya membangun kepribadian dan kebudayaan yang terbaik tersebut.
Dalam pentas sejarah telah kita dapati bagaimana Islam pernah mencapai puncak kejayaan yang hampir menguasai separuh dari dunia ini. Tentu itu semua bukanlah suatu hadiah yang diperoleh tanpa perjuangan dan pengorbanan. Tapi sebagai hasil jihad para pioneer Islam dalam mengemban amanah dakwah Islamiyah untuk mengajak manusia kepada kebenaran hakiki, yang hanya menjadikan Allah SWT sebagai sesembahan, memakmurkan dan mengelola dunia berdasarkan kepada aturan ilahiyah tersebut.
Namun, kondisi saat ini agaknya berbalik dengan apa yang Allah gambarkan pada ayat di atas. Kondisi umat Islam saat ini mengalami keterpurukan yang hampir merata di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Perpecahan umat, Kejumudan, Kemiskinan, Pelanggaran HAM, degradasi moral remaja/pemuda dan seabrek persoalan lain menjadi isu sentral yang dihadapi oleh Umat Islam saat ini.
Hal ini mengingatkan kita pada sebuah hadits yang dibawakan oleh Tsauban, Dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkok.’ Seorang laki-laki berkata, ‘Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?’
Beliau menjawab, ‘Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut (para musuh) kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian al-Wahn.’ Seseorang lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu al-Wahn?’ Beliau menjawab, ‘Cinta dunia dan takut mati’.” (HR Abu Daud).
Nampaknya inilah sekarang kondisi yang dihadapi oleh Umat Islam secara global, pada posisi yang tidak menguntungkan, karena tampak lemah dan menjadi rebutan dari berbagai bangsa, yang oleh Allah telah dicabut rasa takutnya kepada Islam dan kaum muslimin, yang sebenarnya disebabkan oleh keadaan yang ada pada diri kaum muslimin itu sendiri.
Keadaan-keadaan yang menyebabkan lemahnya Islam dan kaum muslimin itu antara lain adalah:
1.   Tumbuhkan penyakit cinta dunia dan takut mati di dalam hati kaum muslimin.
Hal ini sebagaimana terindikasi dalam hadits tsauban di atas, bahwa penyakit wahn akan menyebabkan lemahnya umat Islam. Penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) akan menimpa dan berada dalam hati-hati mereka. Mereka tidak mampu untuk menggapai kedudukan yang mulia dan tidak mampu pula untuk berjihad fii sabilillah serta menegakkan kalimat Allah. Hal ini disebabkan kecintaan mereka pada dunia dan kesenangan di dalamnya seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan selainnya. Mereka begitu bersemangat mendapatkan kesenangan seperti ini dan takut kehilangannya, sehingga mereka meninggalkan jihad fii sabilillah.  Begitu juga mereka menjadi bahil (kikir)  sehingga mereka enggan untuk membelanjakan harta mereka kecuali untuk mendapatkan berbagai kesenangan di atas.
2.   Kebodohan (Jahl)
kebodohan yaitu jahil (bodoh) terhadap Allah, agama-Nya dan berbagai hukum syar’i. Ilmu agama semacam ini telah banyak ditinggalkan oleh umat saat ini. Ilmu ini sangat sedikit dipelajari, sedangkan kebodohan malah semakin merajalela.
Kebodohan merupakan penyakit yang mematikan, dapat mematikan hati dan perasaan, juga melemahkan anggota badan dan kekuatan. Pengidap penyakit ini bagaikan hewan ternak, hanya menyukai syahwat, farji (kemaluan) dan perut. Kebodohan sungguh telah melemahkan hati, perasaan, dan keyakinan kaum muslimin dan akan menjalar ke anggota tubuh mereka yang lain yang membuat mereka lemah di hadapan musuh mereka (Yahudi dan Nashrani
3.   Enggan memperdalam Ilmu Agama
Sebagian kalangan umat Islam saat ini lebih disibukkan dengan urusan-urusan duniawiyah ketimbang mereka memperdalam agama mereka, yang pada akhirnya mereka kehilangan pegangan dalam menjalani kehidupan. Kegersangan ruhani dan pecahnya kepribadian adalah tanda diantara dari ditinggalkannya ilmu-ilmu agama, terlebih pada dua sumber agama Islam, yaitu Al Qur’an dan Sunnah RasulNya.
4.   Meninggalkan jihad
Akibat dari tumbuhnya penyakit cinta dunia dan lemahnya terhadap ilmu agama, maka umat ini takut untuk memperjuangkan agama Allah, yang pada akhirnya adalah mereka meninggalkan jihad, kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah SWT.
Maka, sudah waktunya bagi kita untuk menyadari dan bangkit dari segala keterpurukan umat. Bangkit meraih kejayaan kembali, memerankan fungsi Islam yang sebenarnya sebagai agama yang rahmatan lil alamin, menjadi jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. untuk itu ada beberapa langkah yang harus ditempuh, agar kita bisa bangkit dan keluar dari permasalahan global umat Islam saat ini, yaitu:
1.   Kembali kepada Ajaran Allah dengan mempelajari, memahami dan mengamalkan serta mendakwahkan Al Qur’an dan Sunnah.
2.   Meninggalkan berbagai bentuk kejahiliyahan, agar mampu bangkit kembali memimpin pentas sejarah dunia.
3.   Menjadikan jihad sebagai tujuan untuk meraih kemulian bagi Islam dan Ummatnya.
4.   Menguatkan ukhuwah Islamiyah, karena sesungguhnya setiap muslim itu adalah bersaudara.
5.   Mengiasi diri/pribadi setiap muslim dengan Iman, Amal dan Akhlak yang mulia.
Dengan demikian, diharapkan kita akan bangkit kembali menunjukkan kemuliaan Islam, karena sesungguhnya Allah telah menjanjikan bahwa umat Islam adalah umat terbaik yang dibangkitkan untuk manusia yang akan mengajak kepada kebaikan, mencegah dari yang mungkar.

Maraji’:
Al Qur’an dan Terjemahnya, qur’an in word versi 2.1.

Sunday, 27 March 2016

Pengumuman Hasil Try Out SMP/MTS di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan 2016

Berikut ini adalah hasil Try Out Ujian Nasional SMP/MTS yang telah dilaksanakan pada hari Minggu 27 Maret 2016.




Friday, 26 February 2016

Pentas Seni 2016

Acara Pentas Seni (PENSI) adalah agenda tahunan Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Acara ini bertujuan untuk menyalurkan aspirasi seni siswa SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Tahun ini Pentas Seni diadakan pada tanggal 20 Februari 2016 lalu bertempat di halaman tengah SMA Muhammadiyah 1 Muntilan.

Acara dibuka pada pukul 07.30 WIB oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, Bp. Eddy Yusuf, S.Pd. Penampilan yang pertama adalah pertunjukan Kuda Lumping oleh Tim Seni SMA Muhammadiyah 1 Muntilan asuhan Bp. Wahyu Ari Wibowo, SH dan Bp. Lukman Syarif, S.Pd.I. Pementasan ini berlangsung sekitar satu jam.

pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan,pentas seni,seni magelang,jathilan sma muhi muntilan

Setelah penampilan tim seni, masing-masing kelas menunjukkan kebolehannya dalam hal seni. Bermacam-macam pertunjukan yang ditampilkan. Ada drama, musik band, musik daerah, koreografi dan lain sebagainya.

Ada satu moment yang sangat spesial pada kali ini. Yaitu perpisahan kelas XII yang sebentar lagi menempuh rangkaian ujian akhir. Ritual tersebut berupa pelepasan ratusan "balon harapan" ke udara.


pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan

pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan

pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan

perpisahan sma, balon harapan, sma muihammadiyah 1 muntilan

pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan

pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan

pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan

pentas seni sma muhammadiyah 1 muntilan





Wednesday, 9 September 2015

Rapat Kerja SMA Muhammadiyah 1 Muntilan Tahun 2015

SMA Muhammadiyah 1 Muntilan mengadakan Rapat Kerja Tahun 2015 pada hari Sabtu, 29 Agustus 2015 lalu. Rapat Kerja merupakan agenda tahunan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan guna merancang program-program yang akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan.

sma muhammadiyah 1 muntilan,rapat kerja 2015,mulih ndeso,eddy yusuf,yanto siswoyo,sutikno
Serah terima jabatan Kepala SMA Muhammadiyah 1 Muntilan dari Bp. Yanto Siswoyo, S.TP ke Bp. Eddy Yusuf, S.Pd disaksikan ketua komite Bp. Sutikno.

Rapat Kerja tahun ini dilaksanakan di rumah makan Mulih Ndeso yang berlokasi di Mertoyudan. Rumah makan tersebut mempunyai sebuah aula yang cukup luas untuk melangsungkan acara tersebut. Ditambah suasana asri tempat tersebut menambah khidmat acara.

Peserta Rapat Kerja tersebut adalah seluruh guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Tidak terkecuali petugas kebersihan, penjaga malam, dan satpam pun mengikuti acara tersebut.

Rangkaian acara Rapat Kerja dimulai pukul 08.00 WIB. Acara yang pertama adalah serah terima jabatan kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Seperti yang kita ketahui bahwa masa jabatan kepala sekolah Bp. Yanto Siswoyo, S.TP sudah habis. Sebagai penerusnya, telah terpilih nakhoda baru yaitu Bp. Eddy Yusuf, S.Pd.

Acara raker dimulai dengan arahan dari kepala sekolah. Bp. Eddy Yusuf, S.Pd memberikan arahan tentang arah raker tahun ini. Lalu dilanjutkan dengan sidang komisi. Ada 5 komisi yang membahas berbagai elemen organisasi di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Setelah selesai sidang komisi, lalu dilanjutkan dengan sidang pleno. Pada sidang pleno inilah berbagai program kerja disahkan.

Pada akhir acara, ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) Muhammadiyah Kab. Magelang, Dr. Suliswiyadi, MA memberikan sambutan yang berisi arahan dan motivasi kepada segenap guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Acara baru selesai pada pukul 16.30 WIB. Semoga acara Rapat Kerja SMA Muhammadiyah 1 Muntilan ini memberikan manfaat bagi semua. Amin.  

rapat kerja sma muhammadiyah 1 muntilan,eddy yusuf,yanto siswoyo,sutikno,2015
Rapat Kerja SMA Muhammadiyah 1 Muntilan tahun 2015

raker muhi 2015,arcopada,mulih ndeso,rapat kerja,sma muhammadiyah 1 muntilan
Raker dilaksanakan di Hall Arcopada rumah makan Mulih Ndeso mertoyudan


eddy yusuf,yanto siswoyo,sutikno,sma muhammadiyah 1 muntilan,sma magelang
Dari kiri: Bp. Eddy Yusuf, S.Pd, Bp. Sutikno, dan Bp. Yanto Siswoyo

suliswiyadi,dosen umm,rapat kerja,sma muhammadiyah 1 muntilan,2015
Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Magelang, Dr. Suliswiyadi, MA memberikan arahan.


sriyanti,muhammad arif,rapat kerja,sma muhammadiyah 1 muntilan,mulih ndeso
Meja penerimaan tamu yang dijaga Bu.Sriyanti dan Bp. Muhammad Arif

suharyanto dukuhan,rapat kerja,sma muhammadiyah 1 muntilan,mulih ndeso

fauzan hamidi,sma muhammadiyah 1 muntilan

joko pracoyo,sma muhammadiyah 1 muntilan



Rihlah IPM Ranting SMA Muhammadiyah 1 Muntilan ke Semarang

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMA Muhammadiyah 1 Muntilan mengadakan Rihlah atau kunjungan sejarah pada hari Sabtu, 5 September 2015 lalu. Tujuan kunjungan pada kali ini adalah Semarang. Di semarang terdapat beberapa tempat yang mempunyai nilai sejarah. Hal tersebut yang mengusik hati para pengurus IPM SMA Muhammadiyah 1 Muntilan untuk mengunjunginya.

ipm sma muhammadiyah 1 muntilan,ipm muhi 2015,hamzah ahmad prakoso,
PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Muntilan berfoto di area Lawang Sewu

Bus Remaja yang akan mengantar sudah siap di depan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan sejak pukul 07.30 WIB. Bus yang sudah penuh berisi pengurus IPM berangkat meninggalkan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan tepat pukul 07.00 WIB. Perjalanan Muntilan - Semarang sekitar 2 jam. Selama dalam perjalanan mereka bersuka cita dan penuh semangat.

ipm sma muhammadiyah 1 muntilan,ipm muhi 2015,hamzah ahmad prakoso,

Lokasi yang pertama dikunjungi adalah Klenteng Sam Poo Kong. Bangunan ala tionghoa tersebut adalah tempat persinggahan laksamana tiongkok beragama islam yang dikenal dengan nama Laksamana Ceng Ho.

Setelah dirasa cukup di Sam Poo Kong, perjalanan pun dilanjutkan ke lokasi kedua, yaitu Lawang Sewu. Bangunan bekas jaman belanda tersebut disebut Lawang Sewu karena mempunyai pintu yang jumlahnya banyak. Di sana kami dipandu oleh dua orang guide yang menjelaskan seluk beluk bangunan tua yang berada di kawasan Tugu Muda tersebut.

ipm sma muhammadiyah 1 muntilan,ipm muhi 2015,ujar karuniasyah
IPMawan Ujar sedang mengamati diorama rel kereta api

Tujuan selanjutnya adalah kawasan Kota Lama Semarang. Di kawasan ini bisa dilihat bangunan tempo dulu kota Semarang. Tampak puluhan bangunan bekas Belanda masih kokoh berdiri di kawasan ini. Bangunan-bangunan tersebut kini beralih fungsi menjadi kantor atau toko, tetapi bangunan ala Belanda tetap dipertahankan.

Lokasi terakhir yang dikunjungi oleh pengurus IPM SMA Muhammadiyah 1 Muntilan adalah Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang megah ini seolah-olah menjadi simbol kota Semarang yang baru. Sekitar 2 jam berada di lokasi ini lalu bus membawa mereka pulang ke Muntilan.

ipm sma muhammadiyah 1 muntilan,ipm muhi 2015,luqman syarief
Bp. Luqman Syarief berfoto di Sam Poo Kong


ipm sma muhammadiyah 1 muntilan,rihlah ipm,sam poo kong,semarang

ipm sma muhammadiyah 1 muntilan,lawang sewu,rihlah ipm
Guide sedang memberi penjelasan tentang bangunan Lawang Sewu

rihlah ipm,pr ipm,ipm,ipm sma muhammadiyah 1 muntilan
Salah satu siswa sedang mengamati berbagai jenis bahan bangunan

rihlah ipm,pr ipm,ipm,ipm sma muhammadiyah 1 muntilan




rihlah ipm,pr ipm,ipm,ipm sma muhammadiyah 1 muntilan


rihlah ipm,pr ipm,ipm,ipm sma muhammadiyah 1 muntilan


rihlah ipm,pr ipm,ipm,ipm sma muhammadiyah 1 muntilan


rihlah ipm,pr ipm,ipm,ipm sma muhammadiyah 1 muntilan