Wednesday, 9 November 2016

Menumbuhkan Kembali Ghirah Berislam

Menumbuhkan Kembali Ghirah BerIslam
Oleh: Achmad Nurur Huda, S.Pd.I


110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S Ali Imran: 110)

Islam adalah agama samawi yang memiliki fungsi sebagai rahmatan lil alamiin sebagaimana ditegaskan oleh Al Qur’an dalam surat Ibrahim: 107, dan umat Islam adalah umat terbaik yang dibangkitkan oleh Allah di atas pentas dunia ini sebagaimana tersebutkan dalam firman Allah di atas. Namun demikian, sebutan ummat terbaik itu bukanlah sesuatu yang gifted tanpa usaha, akan tetapi lebih pada suatu motivasi ilahiyah kepada umat Islam agar berupaya membangun kepribadian dan kebudayaan yang terbaik tersebut.
Dalam pentas sejarah telah kita dapati bagaimana Islam pernah mencapai puncak kejayaan yang hampir menguasai separuh dari dunia ini. Tentu itu semua bukanlah suatu hadiah yang diperoleh tanpa perjuangan dan pengorbanan. Tapi sebagai hasil jihad para pioneer Islam dalam mengemban amanah dakwah Islamiyah untuk mengajak manusia kepada kebenaran hakiki, yang hanya menjadikan Allah SWT sebagai sesembahan, memakmurkan dan mengelola dunia berdasarkan kepada aturan ilahiyah tersebut.
Namun, kondisi saat ini agaknya berbalik dengan apa yang Allah gambarkan pada ayat di atas. Kondisi umat Islam saat ini mengalami keterpurukan yang hampir merata di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Perpecahan umat, Kejumudan, Kemiskinan, Pelanggaran HAM, degradasi moral remaja/pemuda dan seabrek persoalan lain menjadi isu sentral yang dihadapi oleh Umat Islam saat ini.
Hal ini mengingatkan kita pada sebuah hadits yang dibawakan oleh Tsauban, Dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkok.’ Seorang laki-laki berkata, ‘Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?’
Beliau menjawab, ‘Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut (para musuh) kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian al-Wahn.’ Seseorang lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu al-Wahn?’ Beliau menjawab, ‘Cinta dunia dan takut mati’.” (HR Abu Daud).
Nampaknya inilah sekarang kondisi yang dihadapi oleh Umat Islam secara global, pada posisi yang tidak menguntungkan, karena tampak lemah dan menjadi rebutan dari berbagai bangsa, yang oleh Allah telah dicabut rasa takutnya kepada Islam dan kaum muslimin, yang sebenarnya disebabkan oleh keadaan yang ada pada diri kaum muslimin itu sendiri.
Keadaan-keadaan yang menyebabkan lemahnya Islam dan kaum muslimin itu antara lain adalah:
1.   Tumbuhkan penyakit cinta dunia dan takut mati di dalam hati kaum muslimin.
Hal ini sebagaimana terindikasi dalam hadits tsauban di atas, bahwa penyakit wahn akan menyebabkan lemahnya umat Islam. Penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) akan menimpa dan berada dalam hati-hati mereka. Mereka tidak mampu untuk menggapai kedudukan yang mulia dan tidak mampu pula untuk berjihad fii sabilillah serta menegakkan kalimat Allah. Hal ini disebabkan kecintaan mereka pada dunia dan kesenangan di dalamnya seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan selainnya. Mereka begitu bersemangat mendapatkan kesenangan seperti ini dan takut kehilangannya, sehingga mereka meninggalkan jihad fii sabilillah.  Begitu juga mereka menjadi bahil (kikir)  sehingga mereka enggan untuk membelanjakan harta mereka kecuali untuk mendapatkan berbagai kesenangan di atas.
2.   Kebodohan (Jahl)
kebodohan yaitu jahil (bodoh) terhadap Allah, agama-Nya dan berbagai hukum syar’i. Ilmu agama semacam ini telah banyak ditinggalkan oleh umat saat ini. Ilmu ini sangat sedikit dipelajari, sedangkan kebodohan malah semakin merajalela.
Kebodohan merupakan penyakit yang mematikan, dapat mematikan hati dan perasaan, juga melemahkan anggota badan dan kekuatan. Pengidap penyakit ini bagaikan hewan ternak, hanya menyukai syahwat, farji (kemaluan) dan perut. Kebodohan sungguh telah melemahkan hati, perasaan, dan keyakinan kaum muslimin dan akan menjalar ke anggota tubuh mereka yang lain yang membuat mereka lemah di hadapan musuh mereka (Yahudi dan Nashrani
3.   Enggan memperdalam Ilmu Agama
Sebagian kalangan umat Islam saat ini lebih disibukkan dengan urusan-urusan duniawiyah ketimbang mereka memperdalam agama mereka, yang pada akhirnya mereka kehilangan pegangan dalam menjalani kehidupan. Kegersangan ruhani dan pecahnya kepribadian adalah tanda diantara dari ditinggalkannya ilmu-ilmu agama, terlebih pada dua sumber agama Islam, yaitu Al Qur’an dan Sunnah RasulNya.
4.   Meninggalkan jihad
Akibat dari tumbuhnya penyakit cinta dunia dan lemahnya terhadap ilmu agama, maka umat ini takut untuk memperjuangkan agama Allah, yang pada akhirnya adalah mereka meninggalkan jihad, kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah SWT.
Maka, sudah waktunya bagi kita untuk menyadari dan bangkit dari segala keterpurukan umat. Bangkit meraih kejayaan kembali, memerankan fungsi Islam yang sebenarnya sebagai agama yang rahmatan lil alamin, menjadi jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. untuk itu ada beberapa langkah yang harus ditempuh, agar kita bisa bangkit dan keluar dari permasalahan global umat Islam saat ini, yaitu:
1.   Kembali kepada Ajaran Allah dengan mempelajari, memahami dan mengamalkan serta mendakwahkan Al Qur’an dan Sunnah.
2.   Meninggalkan berbagai bentuk kejahiliyahan, agar mampu bangkit kembali memimpin pentas sejarah dunia.
3.   Menjadikan jihad sebagai tujuan untuk meraih kemulian bagi Islam dan Ummatnya.
4.   Menguatkan ukhuwah Islamiyah, karena sesungguhnya setiap muslim itu adalah bersaudara.
5.   Mengiasi diri/pribadi setiap muslim dengan Iman, Amal dan Akhlak yang mulia.
Dengan demikian, diharapkan kita akan bangkit kembali menunjukkan kemuliaan Islam, karena sesungguhnya Allah telah menjanjikan bahwa umat Islam adalah umat terbaik yang dibangkitkan untuk manusia yang akan mengajak kepada kebaikan, mencegah dari yang mungkar.

Maraji’:
Al Qur’an dan Terjemahnya, qur’an in word versi 2.1.