Dzikir, Amalan Beribu Manfaat @mutiara_hikmah

Barang siapa diberi anugerah dzikir, ia akan selalu berkomunikasi dengan Allah, sementara orang yang terhalang dari dzikir kepada Allah, ia akan menjah dari Allah. Berikut beberapa manfaat dzikir:

  1. Senjata melawan setan
  2. Mengubah hati yang sedih menjadi bahagia dan tertawa.
  3. Ibadah hati dan lisan yang bisa dilakukan setiap saat dan dimanapun berada.

Bahkan Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dalam keadaan apapun (duduk, berdiri, atau berbaring)

Hasan Al Bashri pernah berkata “Kalian akan kehilangan kelezatan dalam 3 hal yakni: dalam shalat, ikhtiar, dan membaca Al Quran. Bila kalian telah mendapatkannya, ketahuilah bahwa pintu telah tertutup.” Pintu yang dimaksud dalam kutipan di atas yaitu pintu Allah dan pintu kebahagiaan.

Beberapa faedah dzikir yaitu:

  1. Mendatangkan Inabah

Inabah: dorongan jiwa ingin selalu kembali kepada Allah dan menyebabkan dekat dengan Allah. Jauh dekatnya kadar dzikir menjadi cerminan dari manusia. Sejauh mana kadar dzikir seorang hamba kepada Allah, sejauh itu pula kelekatannya kepada Allah. Sejauh mana kelalaiannya kepada Allah, sejauh itu pula jaraknya dari Allah.

  • Menyebabkan Allah mengingatnya

فَاذۡكُرُوۡنِىۡٓ اَذۡكُرۡكُمۡ وَاشۡکُرُوۡا لِىۡ وَلَا تَكۡفُرُوۡنِ

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah Ayat 152)

Hadis Qudsi

فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).”

  • Anugerah dan keutamaan yang disediakan bagi orang yang berdzikir tidak disediakan dalam amal perbuatan lain.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ إِلَّا رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْهُ Artinya: Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qadir Tidak ada ilah (yang berhaq disembah) selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.”

(HR. Bukhari: VI /338-339)

  • Memperbanyak dzikir bisa menjadikan aman dari wilayah kemunafikan

Sebab orang-orang munafik sedikit sekali berdzikir kepada Allah. Allah berfirman :

“ Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisa : 142)

Kaab berkata: “ Barangsiapa memperbanyak dzikir, ia terbebas dari kemunafikan.” Karena itu Allah lebih tahu.

  • Dzikir bisa melalaikan hati dari gibah, adu domba, berbohong serta perbuatan keji dan bathil. Karena dzikir ini menambahkan muroqobah (perasaan selalu diawasi oleh Allah).
  • Dzikir bisa mengobati hati yang keras

Seorang berkata kepada Al Hasan: “Wahai Abu Said, aku mengadukan kerasnya hatiku kepadamu.” Kemudian Al Hasan menjawab, “ Lembutkanlah dengan dzikir.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *